Kamis, 11 Maret 2010

“The E-Cigarette “ ROKOK ELEKTRONIK

Cara kerja dari rokok elektronik tidak dibakar pakai korek seperti rokok biasa tetapi menggunakan tenaga listrik (bateri) untuk menjalankan system “pembakaran” nikotin (sebenernya tidak ada proses pembakaran di dalamnya hanya pemanasan elemen heater untuk menguapkan nikotin).


gambar: Skematik dan cara kerja rokok elektronik

Rokok elektronik ini memang belum begitu terkenal di Indonesia, tetapi di AMERIKA rokok elektronik ini cukup laris, penjualan rokok elektronik ini mencapai 1 juta unit “rokok elektronik” (E-cigarettes ini bisa di isi ulang lho tidak seperti rokok biasa yang sekali beli langsung habis sampai filternya).

PRO dan KONTRA

Di amerika dan eropa mulai timbul PRO dan KONTRA tetang beredarnya rokok elektronik ini, berbagai aturan dan penelitian dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya efek berbahaya dari E-cigarettes.

Beberapa pendapat yang mendukung E-cigarettes menyatakan bahwa E-cigarettes dapat menjadi alternative yang lebih “aman” bagi perokok dan lingkungannya. Pendapat tersebut kelihatanya cukup masuk akal karena system “pembakaran” nikotin ini tidak dilakukan dengan membakar sehingga tidak ada asap, “pembakaran” dilakukan dengan menguapkan nikotin yang tersimpan di dalam kapsul isi ulang (catridge E-cigarettes). Konon polusi yang ditimbulkan jauh lebih rendah dari rokok biasa, yang jelas E-cigarettes tidak menghasilkan puntung rokok dan abu rokok yang biasanya mengotori lingkungan.

Saking banyaknya PRO dan KONTRA di masyarakat AMERIKA sampai sampai “THE TERMINATOR” Gubernur California Arnold Schwarzenegger menggagalkan undang undang yang disusun guna melarang peredaran E-cigarettes, Tindakan ini dapat dimengerti karena “THE TERMINATOR” juga penikmat rokok.

Bagi yang KONTRA keberadaan rokok ini cukup mengganggu, karena dinilai belum terbukti secara jangka panjang efek samping apa saja yang timbul dari pemakaian E-cigarettes. Selain itu E-cigarettes dinilai juga merusak tatanan “NO SMOKING” karena di area area bebas rokok para penikmat E-cigarettes dapat menjalankan hajatnya tanpa terganggu aturan “NO SMOKING”, karena memang tidak ada asap yang timbul dari kegiatan sedot menyedot ala E-cigarettes. Meskipun tanpa asap bukan berarti tidak ada nikotin yang “bocor” ke udara dan terhisap oleh orang orang sekitar.

HARGA
Harga E-cigarettes di Amerika dan Eropa untuk starter kit (paket awal, biasanya isinya charger, E-cigarettes dan catridge) dihargai lebih dari 150 USD. Tetapi untuk isi ulangnya cukup merogoh kocek sekitar 2,8 USD untuk 1 buah catridge isi ulang (1 buah catridge E-cigarettes setara dengan 40 batang rokok biasa) harga ini terhitung sangat miring bila dibanding dengan harga rokok biasa yang di AMERIKA mencapai 14-20 USD. Di Indonesia Rokok elektronik ini masih beredar secara terbatas (di glodok kayaknya udah banyak tuh) bisa diperoleh dengan harga 300ribu sampai 2,5 Juta tergantung kualitas dan pinter pinternya kita nawar.

3 komentar: